Selasa, 13 Desember 2011

Barcelona Sudah Tiba Di Jepang

Messi, Abidal, Alexis, Puyol, Real Madrid, Barcelona
Getty Images
Juara bertahan Liga Champions Eropa Barcelona dipastikan sudah tiba di Jepang pada Minggu (11/12) malam waktu setempat.

Azulgrana mengalahkan Real Madrid 3-1 dalam derby El Clasico di Santiago Bernabeu, Minggu (11/12) dinihari WIB. Beberapa jam usai pertandingan, pasukan Pep Guardiola itu langsung terbang ke Tokyo untuk mengikuti kompetisi Piala Dunia Antarklub.

Menurut laporan di laman resmi mereka, Barcelona tiba di Bandara Narita di Tokyo pada pukul 22:20 waktu setempat. Setelah itu, mereka langsung menuju ke Yokohama dengan mengendarai bis, untuk singgah ke hotel penginapan tim.

Barca akan menghadapi Al Sadd di semi-final pada 15 Desember mendatang.

Senin (12/12) ini, Lionel Messi dkk akan menjalani sesi latihan di Yokohana Marinos' Sports City.

Barca pastinya ingin kembali menggengam trofi Piala Dunia Antarklub, seperti yang diraih pada 2009, dengan mengalahkan Estudiantes melalui babak perpanjangan waktu.

Carles Puyol: Kami Ingin Terus Bikin Sejarah

Carles Puyol in Japan
Takashi Sugiyama
Menjadi klub pertama yang mampu mencatatkan sextuple alias enam gelar dalam setahun pada 2009, plus enam titel tambahan lagi setelah itu tak membuat Barcelona puas.
Kapten Carles Puyol menegaskan The Catalans ingin terus menciptakan sejarah, salah satunya dengan kembali menjuarai Piala Dunia Antarklub, trofi yang termasuk salah satu dari setengah lusin piala yang diraih dua tahun lalu.
Skuad Pep Guardiola sendiri datang ke Jepang, negara penyelenggara turnamen, dengan moral tinggi menyusul keberhasilan menggebuk rival abadi, Real Madrid, 3-1 di kancah La Liga weekend kemarin.
Walaupun begitu, Puyol mengatakan timnya tak akan memandang remeh Al-Sadd, klub asal Qatar yang menjadi lawan El Barca di semi-final, Kamis (15/12).
“Tim akan menghadapi pertandingan dengan kepercayaan diri penuh. Kami sangat senang dengan semua pujian yang diberikan, tapi kami tahu ini selalu berat,” kata bek 33 tahun itu dalam jumpa pers di Yokohama seperti diberitakan situs resmi klub.
“Kami sangat antusias dan bersemangat, walau menyadari betul turnamen ini akan sulit, tapi kami datang untuk menang. Tim ini berharap dapat terus membuat sejarah.”
“Jika Al-Sadd bisa melaju ke semi-final itu karena mereka adalah tim yang bagus. Kami akan menganalisa permainan mereka dan berusaha mengalahkan mereka,” komentar Puyol soal tim yang menjungkalkan Esperance (Tunisia) 2-1
Pada kesempatan yang sama, sang kapten pun turut memberikan apresiasi terhadap sambutan amat meriah dari para Barcelonistas di Jepang.
“Kami selalu diperlakukan dengan baik di sini. Kami bangga melihat begitu banyak fans Barca dan berharap dapat membuat mereka tersenyum pada Kamis,” tuturnya.

Neymar Tak Sabar Hadapi Barcelona

Neymar Da Silva - Santos
Neymar Da Silva - Santos
Santos berpeluang menghadapi Barcelona di final Piala Dunia Antarklub 2011 jika masing-masing tim bisa lolos dari babak semi-final.

Meski belum pasti lolos, Neymar mengaku sudah tak sabar menjalani laga tersebut.

"Barcelona adalah tim terbaik di dunia. Jika saya punya kesempatan bermain menghadapi mereka, saya akan sangat senang dan akan berusaha memenangi pertandingan," katanya, Selasa (13/12).

"Saya sangat senang punya kesempatan bermain di Piala Dunia Antarklub dan gembira memiliki kans untuk mengukir sejarah baru di Santos. Sebuah kehormatan bagi saya," tandasnya.

Santos masih akan menghadapi Kashiwa Reysol, sementara Barcelona meladeni Al Sadd di babak semi-fina

Ambisi Besar Di El Clasico Justru "Membunuh" Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo - Real Madrid (Getty Images)

Salah satu alasan kenapa Real Madrid sulit mengalahkan Barcelona di beberapa edisi el Clasico terakhir adalah hilangnya rasa percaya diri yang dimiliki salah satu penggendor andalan mereka, Cristiano Ronaldo. Hal tersebut diungkapkan analis top sepakbola Spanyol Oliver Martinez.

Martinez lebih jauh menilai, surutnya rasa percaya diri Ronaldo tak lepas dari kenyataan kalau ia selalu dibanding-bandingkan dengan superstar kubu rival, Lionel Messi.

Kedua pentolan La Liga Spanyol ini memang memiliki atribut spesial di timnya masing-masing, dan tak heran bila sorotan tajam mata dunia selalu tertuju pada keduanya kala tim mereka berseteru di lapangan.

"Rivalitas dengan Messi telah membantu kedua pemain membawa pertandingan ke level yang lain," ujar Martinez kepada Sport.

"Namun, dalam perduelan langsung dengan pemain Argentina itu harus menunjukkan kemampuan superior dan kepercayaan diri, itulah yang membuatnya [Messi] bermain lebih rileks dengan bisa berbuat lebih pada pengendalian situasi."

"Cristiano berjuang keras karena ia merasa harus membuktikan diri kalau ia ada pada situasi tersebut, bukannya ia malah bermain secara natural," tandas Martinez.

Laga Clasico sendiri dimenangkan oleh Barcelona dengan skor 3-1 dan skuad asuhan Pep Guardiola kini berdiri di puncak klasemen.

Neymar
Getty Images
Santos akan berlaga di babak semi-final Piala Dunia Antarklub dengan menghadapi Kashiwa Reysol. Di semi-final lainnya, Barcelona akan menghadapi tantangan Al Sadd.

Neymar berharap timnya bisa mengalahkan Reysol dan kemudian bertemu Barca di pertandingan final. Meskipun sangat mengharapkan Santos menjadi juara, tapi ia mengakui mengalahkan Barca adalah pekerjaan yang sangat sulit.

"Kalau melihat gaya permainan Barcelona mereka begitu luar biasa. Menghadapi mereka ibarat melakoni film Mission Impossible, itu menggambarkan betapa sulitnya untuk bisa mengalahkan mereka," ucapnya pada Globoesporte.

"Namun seperti juga filmnya, pemeran utamanya akan melakukan sesuatu yang tak kalah hebat sehingga bisa menuntaskan misinya. Saya berharap kami juga bisa menjalankan misi ini dengan baik, yaitu menjadi juara dunia dan mengalahkan Barcelona di final."

Guti: Lionel Messi jauh Di Atas Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo - Real Madrid (Getty Images)
Guti Hernandez turut memberikan komentar soal penampilan melempem Cristiano Ronaldo saat Real Madrid dipecundangi Barcelona 3-1 di Santiago Bernabeu, Sabtu (10/12) lalu.

Walaupun tampil buruk, bekas gelandang Los Blancos itu menganggap tak sepatutnya CR7 diterpa kritikan tajam karena kemampuan seorang pesepakbola tak dapat dinilai hanya dari satu laga saja.

Kehebatan Ronaldo sendiri toh sudah terbukti dengan mencetak total 107 gol untuk Madrid, termasuk 21 gol dari 21 partai di seluruh ajang musim ini.

Hanya, mengenai kemampuan untuk menyuguhkan performa cemerlang dalam bigmatch di level klub, Guti mengakui bahwa bintang Barcelona, Lionel Messi, setingkat lebih unggul dibanding CR7.

"Meragukan Cristiano adalah seperti ketika orang-orang meragukan Messi saat ia tak bermain bagus untuk Argentina," kata Guti kepada Europa Press.

"Sepakbola memang begitu. Kita semua tahu mereka berdua adalah pemain terbaik di dunia, tapi jika mereka tak bermain baik di dua laga berturut-turut, mereka tetap saja akan dijadikan sasaran kritik."

"Sepakbola itu seperti rollercoaster dan saat segalanya memihak Anda, Anda tampak bagaikan Tuhan, dan tak seorang pun yang akan menghalangi Anda berada di puncak gunung, tapi ketika berada di atas sana, Anda pasti tahu bisa jatuh kapan saja
"Bukan berarti Messi lebih baik, tapi yang saya yakini adalah dia selevel lebih unggul, dari segi ketika Barca memerlukannya, dia selalu ada di sana, terutama di pertandingan-pertandingan penting."

"Bagi saya inilah salah satu kekurangan Ronaldo, tapi saya percaya dia sangat penting bagi Madrid dan dia sudah memperlihatkannya," tandas pemain yang masih berstatus tanpa klub sejak dilepas Besiktas di musim panas itu.

Javier Mascherano: Kami Lebih Superior Dari Real Madrid

Javier Mascherano, Cristiano Ronaldo, Real Madrid, Barcelona
Gelandang Barcelona Javier Mascherano mengungkapkan, kemenangan 3-1 yang diraih Blaugrana dari Real Madrid dalam el Clasico pada akhir pekan kemarin sudah pantas.

Setelah sempat tertinggal gol Karim Benzema, Barcelona berhasil bangkit, dan menyarangkan tiga gol ke gawang Madrid. Menurut Mascherano, kemenangan itu bukan disebabkan faktor keberuntungan. Ia juga memuji spirit yang diperlihat rekan satu timnya.
“Beruntung? Saya berada di bangku cadangan, dan saya melihat pertandingan secara berbeda. Saya melihat Barcelona tim yang lebih superior,” ungkap Mascherano dalam keterangannya kepada wartawan.

“Kami kebobolan di 30 detik awal, dan kami tak pernah menyerah memainkan permainan kami.”

Mascherano juga mengungkapkan dirinya tidak merasa kecewa hanya menghangatkan bangku cadangan di laga itu.

“[Gerard] Pique dan [Carles] Puyol adalah dua bek tengah utama. Jika mereka dalam kondisi bugar, maka mereka harus main,” jelas Mascherano.

Neymar Ingin Tiru Lionel Messi

Mixed - Neymar x Messi

Striker Santos Neymar mengakui dirinya ingin memiliki kemampuan sejajar dengan bintang Barcelona Lionel Messi.

Pemain berusia 19 tahun itu dikaitkan dengan Barcelona dan Real Madrid pada bursa transfer musim panas, dan berpeluang menghadapi Blaugrana di final Piala Dunia Antarklub.

Neymar mengakui ia menganggumi pemain asal Argentina itu, dan menilai Messi sebagai pesepakbola penuh bakat pada masa kini.

“Mesi merupakan yang terbaik di dunia, seorang pemain hebat. Setiap orang tahu apa yang dia lakukan. Saat ini, dia merupakan yang terbaik di dunia. Dia di atas semua pemain. Saya ingin melakukan yang telah dia lakukan,” ungkap Neymar kepada Sport.

Santos akan berhadapan dengan Kashiwa Reysol di semi-final Piala Dunia Antarklub, dan Neymar menilai laga tersebut akan penuh dengan tantangan.

“Tim kami berusaha mewujudkan itu. Kami tidak akan bermain bertahan. Itu akan menjadi pertandingan yang bagus,” kata Neymar.

Jumat, 09 Desember 2011

Neymar: Lionel Messi Pemain Terbaik Di Dunia Neymar menepis klaim Pele bahwa dirinya lebih hebat dari Messi.

Lionel Messi - Barcelona
Lionel Messi - Barcelona
Disebut oleh legenda Brasil, Pele, lebih jago ketimbang Lionel Messi, Neymar justru berkata lain.
Bintang muda Santos itu berpendapat saat ini tak ada pesepakbola lain di muka bumi yang kemampuannya di atas Messi.
Pernyataan tersebut disampaikannya sehari setelah mendarat di Jepang, negara tuan rumah Piala Dunia Antarklub 2011, di mana ia berpeluang mengadu kelihaian langsung dengan Messi di partai puncak.
Barcelona, tempat striker Argentina itu bernaung, berhak tampil langsung di semi-final dan ditempatkan di sisi berbeda dengan Santos, yang juga mendapat bye ke empat besar.
“Saya tak datang ke sini untuk membuktikan apa pun ke siapa pun,” ucap Neymar di Nagoya, Jumat (9/12) ini, seperti diberitakan Reuters.
“Saya selalu mengatakan Messi adalah pemain terbaik di dunia. Sangat sulit menghentikan Messi, tapi kami tengah mencari cara-cara untuk memperlambatnya.”
Demi terealisasinya final ideal, sebelumnya Santos mesti menjungkalkan pemenang laga delapan besar antara Kashiwa Reysol (Jepang) dan Monterrey (Meksiko), sementara Barcelona wajib menghentikan Esperance (Tunisia) atau Al-Sadd (Qatar).

Radomir Antic: Jose Mourinho Pusing Cari Cara Hentikan Lionel Messi Eks pelatih Madrid dan Barca ini beranggapan Mourinho bakal dibuat pening menemukan taktik jitu untuk menyetop Messi.

Radomir Antic - Serbia (Getty Images)
Polesan Jose Mourinho di 15 laga terakhir berujung kesempurnaan bagi Real Madrid, yang tak pernah sekali pun menjatuhkan angka selama kurun tersebut.
Namun, sehebat apa pun racikan strategi Mou, pelatih asal Portugal itu bakal dibuat pening untuk mencari taktik menyetop Lionel Messi, yang akan berkunjung ke Santiago Bernabeu bersama Barcelona, Sabtu (10/12) esok.
Opini tersebut meluncur dari mulut Radomir Antic, orang Serbia yang pernah menukangi kedua klub, saat diwawancarai oleh AS.
“Saya tak tahu siapa yang akan bermain untuk Real Madrid, tapi Mourinho harus menemukan rencana menghentikan Messi. Itulah sakit kepalanya yang paling parah,” ucap Antic, entrenador Madrid pada 1991-1992 dan Barca di separuh akhir musim 2002/03.
“Dia pemain yang amat menonjol dan memilikinya dalam tim merupakan sebuah kesenangan sejati bagi seorang pelatih. Dia memiliki beberapa karakteristik yang sangat jarang di permainan modern.”
“Messi patut memperoleh respek dengan statistiknya yang impresif. Selama ini dia selalu muncul ketika benar-benar diperlukan,” tandas bekas pelatih timnas Serbia itu.